MAAF
Disekolah, Diana tampak tak semangat. Kecewa dengan apa yang telah terjadi di hidupnya yang tak sempurna. Diana berjalan menuju kantin, daripada bengong di depan kelas, mending jajan aja pikirnya,. Sambil memesan bubur ayam, Diana melihat sekelebatan bayangan Daffa. Dia memakai seragam batik. Hati Diana tiba-tiba gusar. Senyumnya tiba-tiba lenyap saat sadar Daffa semakin cuek. Diana memalingkan wajahnya, mangaduk-aduk bubur ayam dihadapannya yang sudah siap santap.
***
Siang ini terasa sangat panas. Matahari menyentak-nyentak perut bumi. Bel sekolah sudah berdentang lima belas menit lalu. Seperti biasa siang ini Diana ngumpul eskul. Setelah 1 jam berlalu, Diana merasa bosan di ruangan itu. Diambilnya ponsel dari dalam kantongnya. Lalu ia memainkan ponselnya. Dengan refleks dan hanya iseng ia meretweet temannya yang isinya "a. singgle b.in relationship c.complicated" temannya memilih B dan Diana memilih A. Kejenuhan memang menghampiri tapi tak ingin berpisah. Tweet itu hanyalah untuk melampiaskan kemarahannya yang terpendam. Kemudian dimasukkannya lagi ponselnya ke dalam kantong bajunya. Kemudian 10 menit yang telah datang di keluarkannya lagi ponselnya. Tak di duga. 9 menit lalu Daffa mengirim bbm yang isinya marah-marah, ternyata lagi dan lagi Daffa bilang putus ke Diana karna tweetnya Tak dibayangkannya ternyata secepat itu Daffa membaca tweetnya tadi.
Daffa: Bagus bgt ya tweet. Ga nyangka deh ternyata kamu sejahat itu. Kamu pengen singgle. Oke kalo gitu kita putus :@ </3 :/. Udah puaskan, skrng keinginan kamu aku wujudkan, skrng kamu udah singgle."
Lagi dan lagi Diana menjelaskan yang sebenarnya.
Jantung Diana bergemuruh lebih kencang saat menyadari kemarahan Daffa. Refleks matanya mengeluarkan air. Jantung Diana berdebar tak beraturan. Dia semakin ketakutan. Namun ketakutan itu reda ketika Daffa mengirim bbm lagi.
Daffa: Sebenarnya aku ga mau putus :( aku masih sangat sayang sama kamu :( tapi udahlah
Diana: Aku juga ga mau putus, aku juga masih sayang sama kamu
Daffa: Tapi kamu ga pernah berubah. Kamu masih egois, masih ga bisa ngertiin aku. Masih ngelakuin hal yang ga aku seneng.
Diana: Aku bisa berubah.
Daffa: Oke, tapi itu pun kalo kamu masih mau nerima aku
Diana: Terus sekarang gimana?
Daffa: Masih dong sama aku, itupun kalo kamu masih mau nerima aku
Diana: Oke bisa kok
Daffa: :-)
Dari sejak itu Diana jera ngetweet yang bisa membuat Daffa pergi meninggalkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar