Jumat, 24 Februari 2012

An Unwanted Love - Cerpen

Ups...

Hari demi hari telah berlalu. Kini hubungan telah berusia 3 bulan. Sedih duka senang bahagia pertengkaran sering terjadi. Daffa punya sifat cuek yang teramat-amat. Tapi jika sifat cuek itu hilang, kadang Daffa bisa membuat Diana terbang melayang seakan-akan hubungan itu bisa bertahan selamanya.
Di wajahnya yang cantik itu tergores kekesalan yang mendalam. Namun wajah cantik itu seketika bisa berubah kecut seperti jeruk purut ketika juteknya kambuh karena menghadapi sifat cuek khas Daffa. Daffa yang punya seribu kesibukan membuat wajah Diana makin surut dengan kekesalan. Diana menginginkan Daffa memberi 1 hari penuh khusus untuknya, ntah kapan hari itu akan tiba. Diana mengharapkan semuanya akan indah pada waktunya. Kalimat yang penuh makna itu terus menerus menghampiri otak Diana, yang sampai sekarang kalimat itu belum mengunjungi kehidupannya kini. Diana tidak pernah mengatakan keluhan hatinya, karena Diana takut. Diana sadar dirinya lebih muda 3 tahun dari Daffa karna itu la yang membuat Diana enggan untuk mengatakan semuanya. Jika punya keluhan Diana hanya diam dan diam, menggerutu dalam hati. Berulang kali Daffa mengatakan dia tidak suka di diamkan, tidak dihubungi. Namun berulang kali pula Diana melakukan hal yang tidak di sukai oleh Daffa.

***

Matahari pagi tersenyum sangat ramah. Pagi yang cerah. Dengan superkilat ia bersiap untuk melakukan kegiatan rutinitasnya. Hari ini dengan penuh ia melangkahkan kakinya untuk bergegas ke sekolah. Ntah karna apa semangat itu ada.
Jantung Diana bergemuruh lebih kencang saat menyadari langkah kaki seseorang berjalan mendekatinya. Wajah Diana memerah, dadanya berdebar kencang saat dia mendongakkan kepala dan melihat Daffa sudah ada di hadapannya. Matanya terus menatap ke arah Daffa. Meski Daffa telah menyakiti hatinya, namun saat ini Diana menjadi salah tingkah.
"Sombong"
"Mmmm, hehe"
"Susahnya senyum sama pacar sendiri"
"Sorry" jawab Diana polos

***

Siang ini terasa sangat panas. Matahari menyentak-nyentak perut bumi. Bel ishoma pun sudah berdentang. Diana dan teman-temannya melangkahkan kaki menuju mushola untuk melakukan kewajiban agamanya.
Seketika terlihat segerombolan teman-teman Daffa beserta Daffa. Ntah sengaja atau memang fakta, teman-teman Daffa meneriakkan tentang hubungannya.
"Daf...katanya elo mau putus ya" ucap Tomi kencang
"Iyanih,kapan lagi sekarang aja langsung putusin" sambung Adit
"Daf, elo kan punya gebetan baru, ngapain masih mau bertahan sama dia" Sahut Rayn
"hahahahahahahahahahahahahaha" mereka tertawa dengan keras
Daffa hanya tertunduk. Ntah apa makna tundukan itu. Diana hanya bisa menghela kesal dalam hati.
Sepulang sekolah Diana enggan balas bbm ataupun sms dari Daffa. 

Kring...kring,,,,kring....kring.....kring................................!!!

Seketika hape yang tergeletak diatas meja berbunyi. Bunyi itu membuyarkan lamunan Diana. 
Kring........................kring.....................kring............kring!!
Setelah dilihatnya ternyata itu telpon dari Daffa. Hape yang sudah berada di tangganya pun langsung digeletakkan lagi diatas meja.
Kringgg.................kring............kring................kring.......kringgggggggg!!
1 2 3 4 5 telpon belum satu pun di angkat oleh Diana. Akhirnya luluh hati Diana.

"Halo"
"Heh kenapa?"
"Kamu kenapa? Kamu marah sama aku gara-gara ucapan temen aku tadi ya?"
"Heeh"
"Maaf, tapi aku ga gitu Sumpah aku ga bohong"
"Yaudah"
"Sumpah demi Allah aku ga bohong. Kamu tau kan temen-temen aku emang suka ngomong yang ngawur. Itu tadi cuma sekedar main-main. Mereka cuma asal ngomong aja"
"Yaudah kalo kamu emang fakta mau putus, langsung bilang aja sekarang ga usah di tutupi. Aku juga sadar aku ga bisa jadi apa yang kamu mau"
"Percaya deh sama aku, aku ga gitu"
"Tapi itu pernah ada kan di pikiran kamu"
"Ga pernah, sumpah demi Allah. Ayo percaya sama aku, maaf semaaf maafnya sama omongan temen aku tadi"
"Udahlah lupakan, aku males"
"Ayolah percaya sama aku, aku ga bohong"
"Udah dulu ya, sekarang aku mau les"
 tttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt. Terputus.

Akhirnya lama kelamaan hati Diana luluh. Akhirnya Diana bisa memaafkan Daffa.
 







Tidak ada komentar:

Posting Komentar