Jangan-jangan....
Kabar tentang seorang yang dulu pernah di dengar tapi tidak terlalu di perdulikan karena alasan tak kenal. Baru di sadarinya, ternyata perempuan yang pernah di bicarakan di bbm waktu itu oleh Daffa ternyata tak jauh dari bayangannya. Saat itu hubungan mereka masih berusia 5 hari. Secara tak sengaja Diana memeriksa Facebook Daffa. Di chat Daffa yang privaci Diana melihat sebuah chat Daffa dengan temannya yang berisikan bahwa Bella masih sangat sayang dengan Daffa, dan saat itu Daffa bingung antara memilih Diana dan Bella. Di satu sisi Daffa tidak menginginkan Diana kecewa karena semuanya telah telanjur, di sisi lain Daffa tidak ingin melihat Bella terus menerus galau karena dia dan timbul rasa simpati yang tidak enak dari Daffa. Namun kata-kata yang paling menyakitkan ketika Diana membaca chat itu, karena kebimbangan Daffa saat itu, Daffa punya pikiran untuk menjadikan Nanda jadi pacarnya walaupun pada kalimat terakhir Daffa menyatakan dia lebih memilih Diana.
"Kalau dia masih mengingikan mantannya kenapa dia masih mendekatiku? Kenapa dia ga langsung balikan padahal di antara mereka masih punya rasa cinta? Atau lebih memilih perempuan yang lebih dahulu di dekatinya setelah putus dari Bella? Awalnya gue ga pernah mikir untuk menjadi miliknya, dia yang datang meminta cinta saat aku sedang sendiri. Dia datang di kehidupan ku toh bukan atas kemauan ku. Tahu-tahu ketika itu dia meminta dengan Aussielia untuk bisa dekat dengan ku. Lengkap dengan berbagai harapan dengan ku." Sejenak datang menghampiri otak Diana
Perubahan Diana sangat mengundang tanya buat Daffa. Awalnya Diana enggan untuk membicarakan apa yang terjadi namun Daffa terus memaksa.
"Dasar playboy!" umpatnya kesal, menghapus air matanya yang mulai mengalir deras.
"Kamu kenapa, Din?" tanya Aussielia heran. Melihat wajah Diana yang seperti tisu kusut.
"Aku enggak apa-apa, Lia" ucap Diana parau. Dia berusaha menutupi kekecewaan hatinya.
"Ada masalah dengan Daffa,ya?" tanya Aussielia hati-hati. Diana menggangguk pelan.
"Sudahlah, Din. Enggak usah cemberut begitu. Cerita sama aku!"
"Aku lihat chat facebook Dimas dengan temannya. Inti chat itu dia bimbang antara milih aku Bella dan Nanda. Di akhir chat dia emang bilang milih aku tapi kan tetep aja dia pernah mikirin cewek lain"
"Sudahlah, enggak usah bersedih" hibur Aussielia lagi.
"Mmmmmm.. Nantilah aku pikirkan lagi lanjut atau cukup sampe disini" kata Diana mantap.
"Kau tenang aja, Din. Aku pasti ada untuk kamu kapan pun kamu butuh" Ucap Aussielia dengan penuh kepastian.
"He'em"
"Dasar playboy!" umpatnya kesal, menghapus air matanya yang mulai mengalir deras.
"Kamu kenapa, Din?" tanya Aussielia heran. Melihat wajah Diana yang seperti tisu kusut.
"Aku enggak apa-apa, Lia" ucap Diana parau. Dia berusaha menutupi kekecewaan hatinya.
"Ada masalah dengan Daffa,ya?" tanya Aussielia hati-hati. Diana menggangguk pelan.
"Sudahlah, Din. Enggak usah cemberut begitu. Cerita sama aku!"
"Aku lihat chat facebook Dimas dengan temannya. Inti chat itu dia bimbang antara milih aku Bella dan Nanda. Di akhir chat dia emang bilang milih aku tapi kan tetep aja dia pernah mikirin cewek lain"
"Sudahlah, enggak usah bersedih" hibur Aussielia lagi.
"Mmmmmm.. Nantilah aku pikirkan lagi lanjut atau cukup sampe disini" kata Diana mantap.
"Kau tenang aja, Din. Aku pasti ada untuk kamu kapan pun kamu butuh" Ucap Aussielia dengan penuh kepastian.
"He'em"
Kreek!
Pertengkaran terjadi namun tidak membuahkan perpisahan. Tak henti Daffa menjelaskan semuanya kepada Diana.
Daffa:
Aku ga gitu. Kamu cuma salah paham dekdin. emg wkt itu aku galau, tp bkn brrti kegalauan itu ingin balikan.
Diana:
Cukup kak. Aku udh baca, smua udh jls. Cukup tau dan cukup kecewa!
Daffa:
Dekdin prcy sm aku, kamu baca kn di chat itu aku lbh milih kmu. Aku sayang kamu plis prcy sm aku.
Diana:
Kalo kak dimas msh suka sm dia yaudh balikan aja aku gpp kok, putusin aja aku skrng :-)
Daffa:
Ga ada yg mau balikan, aku sayang kamu jd aku ga mau mutusin km. Ayolah maafin aku.
Diana:
Dasar playboy! galau karna 3 cewek
Daffa:
Maafin aku
Diana:
Aku emg lbh kecil dr kak dimas tp bkn brrti kak dimas bs seenakny bohongi aku.
Daffa:
Aku ga bhngi km dekdin, jujur wkt itu aku emg lg bingung tp faktany skrng aku milih km kn. Yaudh maaf ya maaf bgt.
Diana:
Yakin? knp ga blg pts aj?
Daffa:
Aku ga mau pts, aku sayang sm km
Diana:
Yakin?
Daffa:
Yakin seyakin yakinny. Plis kasi aku kesempatan, aku pasti buktiin kalo aku ga mainin km
Diana:
Oke!
Daffa:
Aku ga bhngi km dekdin, jujur wkt itu aku emg lg bingung tp faktany skrng aku milih km kn. Yaudh maaf ya maaf bgt.
Diana:
Yakin? knp ga blg pts aj?
Daffa:
Aku ga mau pts, aku sayang sm km
Diana:
Yakin?
Daffa:
Yakin seyakin yakinny. Plis kasi aku kesempatan, aku pasti buktiin kalo aku ga mainin km
Diana:
Oke!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar