Selasa, 21 Februari 2012

An Unwanted Love - Cerpen

Ini cerita cuma sekedar cerita biasa. Ga tau beneran atau engga. Ini cerita di rangkai pake kata2 apa adanya karna gue bukan penulis sesuai dengan imajinasi yang ada di otak gue :p Gue sangat suka menulis, tapi gue tidak menyukai norma-norma dalam menulis karena gue bukan penulis. Gue ga suka dengan peraturan yang bisa memenjarakan gue untuk mengungkapkan imajinasi gue. Boleh di bilang ini cerita bener2 terjadi di hidup gue boleh juga engga karna ga penting terjadi atau ga terjadi hehe. Buat yang baca jangan bacot jangan sok kritik, karna ini cerita cuma karangan dan ini blog gue jadi hak gue mau ngepost apa aja yang gue suka :-)

New love
18 agustus 2011

Pagi yang cerah. Palembang.
Di sebuah rumah. Seorang wanita berumur 14 tahun, bernama Diana. Berbadan kurus dan berkulit putih bangkit dari tempat tidurnya. Menguap lebar sambil bergegas untuk melakukan aktivitas.  Kemudian ia menuju dapur. Melangkahkan kakinya dengan berat. Menyeret kelelahan pagi yang dianggap suatu perjuangan hidup. Ia mengambil cangkir putih lalu memasukkan sedikit demi sedikit air putih. Dan mengambil piring untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan saat itu. Setelah itu ia berjalan pelan menuju kamar mandi. Dan bergegas cepat-cepat untuk bersiap-siap melakukan aktivitas sehari-hari yang sangat mengikat kehidupannya untuk di masa depan.
Saat itu siswa/i yang sekolah di SMA itu sedang menghadapi Ulangan Harian Bersama. Mau tidak mau semua siswa harus melewati itu. 

*** 

Di sekolah, lagi-lagi Diana merengut. Suasana hatinya sedang kacau, apalagi hari ini ada ulangan. Matematika. Hitung menghitung bukanlah hobinya. Dan parahnya Diana duduk di depan tepat meja guru. Itulah yang membuatnya badmood. Diana lebih menyukai bidang seni walaupun papanya tidak terlalu mendukung.
"Diana!!" pekik Aussielia sambil mencubit lengan Diana kuat. Kontan Diana teriak kesakitan. Teriakan itu mengundang teman lainnya menoleh ke arah mereka.
"Ada apaan sih, sampe segitunya?!" bentak Diana sewot. "Sakit nih..!"
"Makanya jangan bengong aja. Baca tuh buku, biar bisa jawab soal" "Ohiya, gue mau cerita tentang something nih. Kemarin kak Wili bbm gue, katanya ada yang minta nomor hape lo. terus ya ga langsung gue kasih gitu aja, gue tanya2 dulu sama kak Wili" kata Aussielia berusaha berbicara sepelan mungkin. 
"Iya, udah gue baca kok. Gue sadar diri lah, gue kan duduk di depan." membuat temen yang lain tertawa lebar.
"Wuahahaha"
"Kak Wili??????" tanya heran dari Diana.
"Kak  Wili kan udah punya pacar" sahut Melani
"Emang, makanya gue ga cuma2 langsung kasih nomor hapeny diana. Gue udah tanya sama kak Wili, katanya sih bukan buat dia tapi buat temennya. Katanya dia cuma ngebantu temennya aja." jelas Aussielia.
"Oh gitu, emangnya siapa yang minta bantu?" tanya Diana
"Lo kenal kan sama kak Daffa? nah kak Daffa itu naksir sama lo din" jawab Aussielia. 
"Hah?!!! iya kenal,tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii" 
"Huh, sialan! jawaban elo ga logis banget din" dengus Aussielia. 

***

Keesokan harinya Diana dan shella main kerumah Aussielia. Disana mereka berbincang-bincang tentang semua hal.
 Drrrrrrrrtttttttttttttt.........drrrrrrrrrrtttttttttt......
Ponsel Aussielia berdering beberapa kali. Dengan sigap ia mengangkatnya. Dari seseorang. Ternyata ada bbm masuk dari Daffa yang sedang dibicarakan oleh mereka.
"Ehhh,panjang umur deh. Kak Daffa bbm gue, dan nanyain elo din. Dia minta nomor hape loh. Gimana mau di kasi ga nih?" ucapnya Aussielia sambil senyum ke arah Diana.
"Yaudah kasi aja" jawab Diana dengan nada datar.
"Asik nih bentar lagi temen gue punya gebetan" sahut Shella
"Ah sialan lo, lebay banget ya sampe-sampe gue dibilangin gitu" 
"Wuahahahahahahahahahahaha" Aussielia tertawa lebar
"Tertawanya kurang keras Aussielia!"
"Oke lain kali aku pake toa biar semua dengar" ketusnya
"Sialan!"

Beberapa menit kemudian, masuk sms Daffa ke Diana. Sms biasa2 namun penuh makna yang biasa. 
Pesan itu berkelanjutan di esok harinya, hingga hape Diana hilang di bus. Dengan rasa yang teramat kesal namun hanya dipendamnya karena ia tau itu salahnya sendiri yang tidak bisa menjaga barangnya. 
"Gimana gue pulang ya, jelas pasti gue kena marah. Terus yang lebih parahnya gimana gue mau smsan sama kak Daffa. Padahal baru aja deket udah dapet penghalang deh" Ucap Diana 
"Yaudah lo jujur aja sama ortu lo, terima apa adanya aja la. Mau di gimanain lagi hape lo kan udah hilang, terus busnya udah jauh ga bisa di kejer. Sabar aja la" sahut Shella
"Nih pake aja hape gue buat bbm kak Daffa" Aussielia sambil menyodorkan hapenya

Saat itu lah Diana menceritakan apa yang dialami ke Daffa. 

***

Sepulang dari rumah Aussielia, Diana masih bete. Ia tidak mau cepat-cepat pulang ke rumah. Keadaan di rumah pasti sama saja, membosankan. Ia membayangkan suara besar mamanya yang sewot saat tau bahwa hapenya hilang. 
Hal yang dibayangkan oleh Diana, benar2 terjadi. Untung saja ocehan mamanya tidak terlalu parah. Diana hanya bisa ngedumel dalem hati. Dan meminta hape baru. Dan keinginan itu dikabulkan oleh papanya.

Iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiigggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhh.....

***

Now, 22 agustus 2011.
Hari yang ditunggu-tunggu. Ulangan 2 hari terakhir dan bisa berkomunikasi lagi dengan seseorang. Sekitar pukul 7 malam masuk pesan dari Daffa. Daffa main futsal, pulang pukul 10 malam dan meminta Diana untuk menunggunya karena ada sesuatu.
Akhirnya pukul 10 malam tiba. Namun masih meninggalkan hawa tanya yang besar walaupun Diana telah mengetahui. Masuk bbm dari Daffa. Diana menghela dengan lega.

Daffa:
Dekdin, aku udah dirumah sekarang. Dekdin blm tidur kn?

Diana:
Bgs deh kak, blm.

Daffa:
Yaudah deh. Langsung aja ya, kamu mau ga jadi pacar aku? aku sayang kamu. Aku harap kamu juga sayang aku.

Diana:
Serius? cuma main2 atau gimana nih sama aku?

Daffa:
Serius la, aku ga mainin kamu ini jujur dari hati aku.

Diana:
Oke, tapi kalo kita putus aku ga mau kita jadi musuh.

Daffa:
Jadi diterima nih? :D Aku juga ga mau la kalo putus jadi musuh. Jangan sampe kejadianny kayak mantan aku x_x

Diana:
Iya :-) Mantan? Kenapa mantannya?

Daffa:
Mksh ya :-) ya gitu deh, setelah putus dia gimana gitu sama aku.

Diana:
Gmn gt gmn? siapa orgny?

Daffa:
Nmany Bella. Kenal ga?

Diana:
Engga :D trus gmn crtny?

Daffa:
Intiny setelah putus hubungan kami agak kurang baik.

Diana:
Oh gitu. Yaudh aku tdur dluan ya kak. By :-)

Daffa:
By syanggggg, gnite love you :*










Tidak ada komentar:

Posting Komentar