Really Hate You
Matahari pagi tersenyum sangat ramah, pagi yang cerah. Dengan malas Diana meregangkan badannya di atas tempat tidur lalu melonjak seketika saat melihat jam weker di meja belajarnya. Dengan buru-buru dan superkilat Diana meraih tas sekolahnya. Kemudian Diana menuruni anak tangga dengan tergesa seraya menyisir rambut dengan jari.
Sesampai di sekolah, Diana membuka jejaring sosialnya yaitu Hello. Dan menemukan hello Bella. Setelah terbuka di profil hello bella terdapat banyak sekali ping yang isinya untuk Daffa Bella menyatakan bahwa dia masih mencintai Daffa. Dan yang membuat Diana teramat kesal, ada ping yang isinya ngejudge Diana.
Diana merasa diremehkan. Padahal ia baru mengenal Bella. Sedangkan Bella juga baru mengenal Diana dan Bella tidak mengenal karakter Diana yang sesungguhnya. Begitu mudahnya Bella ngejudge Diana hanya karna Diana menjadi pacar Daffa, padahal Diana dekat dengan Dimas setelah hubungannya sudah berakhir 1 bulan. Tetapi Bella tetap menyatakan seakan-akan Diana jahat.
Karena adanya Bella yang terus menerus menghantui hubungan antara Daffa dan Diana, mereka sering kali bertengkar hanya karna hal sepeleh karna ulah Bella. Diana sadar, Bella adalah perempuan yang pernah mengisi hari-hari Daffa. Bahkan teramat indah kenangan mereka dulu ketika masih saling mencintai. Maka dari itu Diana tau jika ia membicarakan hal ini, Dimas tak akan sepenuhnya membela dia. Dan memang sebetulnya itu bukan karakter Diana yang suka mengadu jika punya masalah. Sebisa mungkin ia menyelesaikan masalah sendiri tanpa mengadu.
Makin hari Bella terus menerus ngejugde dan membeberkan semuanya, tanpa ia sadari yang ia beberkan adalah aib dirinya sendiri. Bella memutar balikan fakta seakan-akan Diana itu orang yang tidak bisa menghormati orang yang lebih tua. Padahal yang memulai ngejudge itu dirinya sendiri. Sampai-sampai di salah satu jejaring sosial Bella ngejudge dengan membawa nama Ayah Diana yang profesinya sebagai guru agama. Hanya karna seorang Daffa, Bella bisa begitu bencinya dengan Diana tanpa kesalahan yang pasti.
Karena adanya Bella yang terus menerus menghantui hubungan antara Daffa dan Diana, mereka sering kali bertengkar hanya karna hal sepeleh karna ulah Bella. Diana sadar, Bella adalah perempuan yang pernah mengisi hari-hari Daffa. Bahkan teramat indah kenangan mereka dulu ketika masih saling mencintai. Maka dari itu Diana tau jika ia membicarakan hal ini, Dimas tak akan sepenuhnya membela dia. Dan memang sebetulnya itu bukan karakter Diana yang suka mengadu jika punya masalah. Sebisa mungkin ia menyelesaikan masalah sendiri tanpa mengadu.
Makin hari Bella terus menerus ngejugde dan membeberkan semuanya, tanpa ia sadari yang ia beberkan adalah aib dirinya sendiri. Bella memutar balikan fakta seakan-akan Diana itu orang yang tidak bisa menghormati orang yang lebih tua. Padahal yang memulai ngejudge itu dirinya sendiri. Sampai-sampai di salah satu jejaring sosial Bella ngejudge dengan membawa nama Ayah Diana yang profesinya sebagai guru agama. Hanya karna seorang Daffa, Bella bisa begitu bencinya dengan Diana tanpa kesalahan yang pasti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar