Rabu, 29 Februari 2012

Wish You Were Here - Avril Lavigne



I can be tough
I can be strong
But with you, it's not like that at all

There's a girl
who gives a shit
behind this wall
You've just walked through it

And I remember, all those crazy things you said
You left them riding through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here.
All those crazy things we did
Didn't think about it, just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
here, here, here
I wish you were here.
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you
near, near, near
I wish you were here.

I love the way you are
It's who I am, don't have to try hard
We always say, say like it is
And the truth is that I really miss

All those crazy things you said
You left them riding through my head
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here.
All those crazy things we did
Didn't think about it, just went with it
You're always there, you're everywhere
But right now I wish you were here

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
here, here, here
I wish you were here.
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you
near, near, near
I wish you were here.
 No, I don't wanna let go
I just wanna let you to know
That I never wanna let go

(let go let go let go let go)

No, I don't wanna let go
I just wanna let you to know
That I never wanna let go

(let go let go let go let go let go let go let go)

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
here, here, here
I wish you were here (I wish you were)
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you
near, near, near
I wish you were here.

Damn, Damn, Damn,
What I'd do to have you
here, here, here
I wish you were here.
Damn, Damn, Damn
What I'd do to have you
near, near, near
I wish you were here.

Avril Lavigne - When You're Gone




I always needed time on my own
I never thought I'd need you there when I cry
And the days feel like years when I'm alone
And the bed where you lie
is made up on your side

When you walk away
I count the steps that you take
Do you see how much I need you right now?

When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
All the words I need to hear to always get me through the day
And make it OK
I miss you

I've never felt this way before
Everything that I do
Reminds me of you
And the clothes you left
they lie on my floor
And they smell just like you
I love the things that you do

When you walk away
I count the steps that you take


Do you see how much I need you right now?

When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
And when you're gone
The words I need to hear to always get me through the day
And make it OK
I miss you

We were made for each other
Out here forever
I know we were
Yeah Yeah

All I ever wanted was for you to know
Everything I do I give my heart and soul
I can hardly breathe, I need to feel you here with me
Yeah

When you're gone
The pieces of my heart are missing you
When you're gone
The face I came to know is missing too
When you're gone
The words I need to hear will always get me through the day
And make it OK
I miss you 

Pergi Cinta - Audy

  • More like this song, the lyrics again that I feel exactly the same heh



  • Terlambatku menyusuri jalan ini
    Tersesat di saat kau menjauh
    Terlambatku mengartikan cintamu
    Kusadari setelah kau pergi
    Berat hati menerima kehilanganmu
    Tegarkan aku saat kau memilih dirinya

    Pergi cinta lupakanlah aku cinta
    Ku relakan akan dia.. ada dipelukmu
    Pergi cinta.. hapus bayanganku.. cinta
    bBahagiakan dia.. cinta
    Sampai akhir waktu
    Engkau bersamanya

    Terlambatku memenangkan hatimu
    Setelah kau menyerah padaku
    Ku tak tau sampai kini kau berlalu
    Tersadari dirimu selalu di hatiku

    Berat hati menerima kekalahanku
    Tegarkan aku kini kau menjadi miliknya

    Pergi cinta lupakanlah aku cinta
    Ku relakan akan dia.. ada dipelukmu
    Pergi cinta.. hapus bayanganku.. cinta
    bBahagiakan dia.. cinta
    Sampai akhir waktu
    Engkau bersamanya

Kesempatan Kedua




 
 
 

kini ku sesali

nyata cintamu kasih

tak sempat terbaca hatiku

malah terabai olehku

lelah ku sembunyi

tutupi maksud hati

yang justru hidup karenamu

dan bisa mati tanpamu
andai saja aku masih punya 

kesempatan kedua

pasti akan ku hapuskan lukamu

menjagamu, memberimu segenap cinta
ku sadari tak selayaknya

selalu penuh kecewa

kau lebih pantas bahagia

bahagia karena cintaku

kau bawa bersamamu

sebelah hatiku separuh jiwaku

yang mampu sempurnakan aku


Pertemuan Singkat

pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat
tidak disangka aku langsung terhipnotis olehmu
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia

kau buat hidupku tak berarti tanpa kamu
kini kau menghilang dan aku terhipnotis olehmu
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia

dengan masalah besar dihadapi
 segitu saja perjuanganmu untukku
setidaknya kamu sempat menjadi milikku
meskipun tak lama, hal itu telah membuat ku bahagia
pertemuan singkat dan berjalan sangat cepat

An Unwanted Love - Cerpen

Daffa

Diana membuka matanya dengan berat. Diana menarik kembali selimutnya. Suhu minus 3 derajat itu membuat tubuhnya sedingin es. Sebuah ketukan terdengar beberapa kali di pintu kamarnya. Seperti biasa itu ketukan dari Mamanya.
"Diana" teriak mamanya
"Ada apa ma?" berjalan menuju pintu kamar sambil menguap lebar. Aroma susu hangat menyeruak di kamar Diana.
"Pagi sayang. Kamu semalam tidak tidur ya sampe sekarang?" sambil menyodorkan gelas susu hangat dan beberapa potong roti bakar.
"Hmmm, iya ma. hehe. Mksh ma susu hangat dan roti bakarnya"
"Sama-sama sayang. Kamu pasti ada masalah. Cerita sama mama sekarang"
"Aku....." cetusnya ragu-ragu. "Sudahlah ma lupakan, sekarang aku mau siap-siap sekolah dulu
 ya" melangkahkan kakinya untuk mengalihkan pembicaraan.
"Oke kalau kamu memang ga mau berbagi cerita sama Mama. Tapi kalau kamu tak sanggup menyimpan rahasia itu, kamu boleh kapan saja cerita dengan Mama. Mama selalu ada buat kamu sayang" Ucap mamanya menenangkan. Diana hanya tersenyum tipis seakan dia mampu bahagia melupakan semua tentang Daffa.

Sesampainya di sekolah, ketika bertemu dengan temannya ia seakan tak mampu menahan air matanya. Refleks ketika Mira sahabatnya menatap matanya. Ketika itu pun pula Mira kaget, dan penuh dengan tanya penyebab Diana menangis. Mereka tak pernah melihat Diana bisa menangis seperti itu. Dan akhirnya Diana luluh untuk menceritakan semua yang terjadi kepada teman-temannya.

***

Untuk menghibur hatinya Diana saat itu membaca novel. Teringat kembali dengan bayangan Daffa ketika Diana membaca sebuah puisi patah hati yang terdapat di dalam novel itu.

Ingin ku merajut hatimu
Namun kau telah menjauh
Mencari sisa cinta yang tak tentu
Menggapai impian yang tlah lalu
Aku menanti tak tentu waktu
Menanti waktu yang telah berlalu
Namun kau hadir dengan sosok yang baru
Saat kau hadir di hatiku
Hatiku kini telah rapuh 



Andai saja waktu dapat bergulir kembali, Diana  tak akan menyia-nyiakan waktu bersama Daffa. Andai ia tahu lelaki itu benar-benar mencintai, menyanginya saat itu dan lelaki itu serius menjalani hubungan dengannya. Ah.... semuanya sudah terlambat, waktu akan terus bergulir dan tidak akan pernah kembali. Pikiran yang menghampiri otak Diana saat itu.
Kehilangan sangat terasa di kalbu Diana. Namun ia sadar, ia harus bangkit dari keterpurukan karna sekarang Daffa telah bahagia dengan hari-harinya yang di lalui tanpa Diana. 
Diana tak mau menjadi Bella yang sangat menunjukkan rasa cintanya kepada Daffa. Diana yakin semuanya ada pada waktu, seiring berjalannya waktu ia pasti mampu melupakan Daffa.

"Selamat tinggal, semoga kamu bisa melupakan semua kesalahan yang telah aku perbuat. Aku berharap di masa depan nanti kita bisa bertemu lagi dan kamu melakukan sesuatu yang ada di dalam mimpi Ibuku"

T-A-M-A-T







An Unwanted Love - Cerpen

Plis Jangan Pergi...
tapi Selamat Tinggal

Dari sejak anniv yang berlalu, Diana dan Daffa semakin merenggang. Senin berlalu dengan pertengkaran, dengan kesalnya Diana sempat mengoyakkan foto boxnya bersama Daffa. Selasa sempat ada pertanda, kacanya pecah dan diakhiri dengan kata maaf.

25 Januari 2012
Disekolah Diana banyak melamun. Kini dibenaknya bermain-main wajah Daffa. Tentang kejadian-kejadian selama ini diperbuat Diana, ia berusaha melupakannya. Diana merasakan penyesalan tersendiri yang tersirat di hati. Dan saat ini Diana merasakan bunga-bunga bermekaran di taman hatinya. Seperti ada getaran yang aneh di sana.

***

Sepulang sekolah Diana duduk beristirahat di kamarnya sambil memejamkan matanya. Kini Diana menunggu bbm dari Daffa untuk menghilangkan kejenuhan, tapi bbm itu pun tak kunjung masuk. Istirahat itu tak berlangsung lama karena jam 6 sore ia harus melanjutkan aktivitasnya yaitu les. Belajar lagi dan belajar lagi. Namun hal itu akan menjadi sesuatu yang menyenangkan karena hari les Diana sama dengan Daffa, tapi Daffa les jam 16.30 mungkin hanya bisa bertemu saat Daffa pulang dan ia masuk.
Pikiran itu pun menjadi kenyataan. Duduk manis  Secara tak sengaja. Diana bersama temannya menunggu giliran masuk kelas  sambil ngobrol. Saat Diana tersenyum karena hal lucu yang di lontarkan temannya, saat itu pula Daffa lewat tersenyum karna hal lucu pula saat ngobrol dengan temannya. 
Saat les berlangsung Diana sama sekali tidak bbman dengan Daffa. Sepulang les akhirnya daffa bbm.
Daffa: Udh plg les blm?
Diana: Udh
Daffa: Udh mkn ?
Diana: Udh
20 menit berlalu, bbm Diana baru di balas
Daffa: Sip bgs deh
Diana: Lama bgt blsny
Daffa: Sorry sayang, tadi aku ke rumah kakak kelas aku. Mau konsultasi
Diana: O
Daffa:  Ya allah
Diana: Knp?
Daffa: Kamu tu ga ngerti aku bgt. Kn aku udh blg aku ga suka kamu bbm aku singkat kyk gt. Msh aja di ulangi. Wktu itu ktny kamu mau brbh, mana buktinya?  Trs aku tu bntr lg mau kuliah jd aku skrng hrs fokus jgn terlalu bkin aku bnyk pikiran deh
Diana: Oh maaf deh. Trs skrng kamu udh plg?
Daffa: Udh
Diana: Kok cpt bgt smpe rmh?
Daffa: Yaiyala kn cuma konsultasi aja. Trs aku plgny bkn ke rumah tp aku plgny ke rmh oom aku, soalny rmhny dkt sm rmh oom aku. Skalian mau cari informasi juga sm oom aku
Diana: Oh kalo gitu pantes cpt
Daffa: Emg, kmny aja yg ga ngerti2 aku. Hobinya ngediemin aku
Diana: Yaudh kl ga suka sm aku lagi, putusin lagi aja aku hehe
Daffa: hahahahahahahahahahahahahha

Saat itu Diana sedang mendengarkan musik. -> Gya feat Neo - mencari cinta, dan lagu itu pun berlalu dan berganti dengan lagu selanjutnya. Dan saat itu pula Diana bukan hanya bbman dengan Daffa tetapi juga sedang bbman dengan temannya. Dan sejenak Diana ingin pipis, dengan segera ia melangkahkan kakinya dengan cepat menuju kamar mandi. Dilewatinya kamar kakaknya, di dengarnya suara lagu yang besa dan lagu itu sama seperti lagu yang sebelumnya sudah di dengarnya -> Gya feat Neo - mencari cinta. Terlintas di pikirannya untuk membuat tweet lirik lagi itu karena liriknya sangat tepat di kehidupan nyata dan tidak sedikit pun untuk meyinggung tentang hubungannya dengan Daffa. Setelah 2 menit berlalu, di dapatinya lagi bbm dari Daffa.

Daffa: Oh bagus bgt itu tweetny. Cari la cowok yang top morkotop.
Diana: Just tweet
Daffa: Sudah2lah
Diana: Sok tau, itu tu cuma sekedar lagu dan tweet ga lebih
Daffa: Emg tau, sudah2la. Duluan aku yg lahir, aku udh ngalamin jd kmu dan kmu blm ngalamin jd aku, jd aku tau. Biasany si yang di tweet itu pasti mmng sesuatu yg di rasakn skrng
Diana: Udh deh terserah mau blg apa. Kalo mau mutusin aku lagi silahkan
Daffa: Oke, kali ini kita putus beneran
Diana: Oke
Daffa: Mksh atas 5 bulanny. ada sedih dan duka kita lewati brsama, smga kamu bisa dpt cwok yg baik2. Inget hti2 sm cwok, hati2 dimaini sm cwok!!!!
Diana: Oke, mksh jg ya. Maaf buat slama ini aku lebih sering bikin kamu kecewa karna aku ga bisa berubah jd yang kamu inginkan. Smga kamu bisa cpt2 sembuh dari sakit hati kamu krna aku.
Daffa: Oke, slmt malam dan slmt tidur ya adikku :-)
Diana: Tapi kita masih bisa bbman sebagai temen kan?
Daffa: Iya bisa. Aku tidur duluan ya dik, aku udh dsruh tdur sm oom aku. ntr aku di ocehin lg. Kmu jgn tdur mlm2 ya dik. Bye {}
Diana: Bye kak

***

Grebuuuk...buukk..buuk!!!

Malam itu malam kelabu. Tersadar dia bukan miliknya lagi. Tersadar dia telah kehilangan orang yang sangat menyayanginya. Ingin memperbaiki namun kesempatan tak mengunjunginya saat ini. Berharap di masa depan akan indah semuanya di saat dia dan dia di pertemukan lagi. Di tegur dengan kata-kata "Laki-laki itu banyak bukan hanya dia, masih banyak yang lebih baik. Jangan terlalu mengemis, karna semuanya akan hilang ketika kamu menemukan pengganti dirinya" Seseorang yang ada di hatinya sempat mengucapkan kalimat itu untuk dirinya.

Selasa, 28 Februari 2012

An Unwanted Love - Cerpen

MAAF

Disekolah, Diana tampak tak semangat. Kecewa dengan apa yang telah terjadi di hidupnya yang tak sempurna. Diana berjalan menuju kantin, daripada bengong di depan kelas, mending jajan aja pikirnya,. Sambil memesan bubur ayam, Diana melihat sekelebatan bayangan Daffa. Dia memakai seragam batik. Hati Diana tiba-tiba gusar. Senyumnya tiba-tiba lenyap saat sadar Daffa semakin cuek. Diana memalingkan wajahnya, mangaduk-aduk bubur ayam dihadapannya yang sudah siap santap.

***

Siang ini terasa sangat panas. Matahari menyentak-nyentak perut bumi. Bel sekolah sudah berdentang lima belas menit lalu. Seperti biasa siang ini Diana ngumpul eskul. Setelah 1 jam berlalu, Diana merasa bosan di ruangan itu. Diambilnya ponsel dari dalam kantongnya. Lalu ia memainkan ponselnya. Dengan refleks dan hanya iseng ia meretweet temannya yang isinya "a. singgle b.in relationship c.complicated" temannya memilih B dan Diana memilih A.  Kejenuhan memang menghampiri tapi tak ingin berpisah. Tweet itu hanyalah untuk melampiaskan kemarahannya yang terpendam. Kemudian dimasukkannya lagi ponselnya ke dalam kantong bajunya. Kemudian 10 menit yang telah datang di keluarkannya lagi ponselnya. Tak di duga. 9 menit lalu Daffa mengirim bbm yang isinya marah-marah, ternyata lagi dan lagi Daffa bilang putus ke Diana karna tweetnya Tak dibayangkannya ternyata secepat itu Daffa membaca tweetnya tadi.
Daffa: Bagus bgt ya tweet. Ga nyangka deh ternyata kamu sejahat itu. Kamu pengen singgle. Oke kalo gitu kita putus :@ </3 :/. Udah puaskan, skrng keinginan kamu aku wujudkan, skrng kamu udah singgle."
Lagi dan lagi Diana menjelaskan yang sebenarnya. 
Jantung Diana bergemuruh lebih kencang saat menyadari kemarahan Daffa. Refleks matanya mengeluarkan air. Jantung Diana berdebar tak beraturan. Dia semakin ketakutan. Namun ketakutan itu reda ketika Daffa mengirim bbm lagi.
Daffa: Sebenarnya aku ga mau putus :( aku masih sangat sayang sama kamu :( tapi udahlah 
Diana: Aku juga ga mau putus, aku juga masih sayang sama kamu
Daffa: Tapi kamu ga pernah berubah. Kamu masih egois, masih ga bisa ngertiin aku. Masih ngelakuin hal yang ga aku seneng.
Diana: Aku bisa berubah.
Daffa: Oke, tapi itu pun kalo kamu masih mau nerima aku
Diana: Terus sekarang gimana?
Daffa: Masih dong sama aku, itupun kalo kamu masih mau nerima aku
Diana: Oke bisa kok
Daffa: :-)

Dari sejak itu Diana jera ngetweet yang bisa membuat Daffa pergi meninggalkannya.
 

An Unwanted Love - Cerpen

Detik-detik terakhir

Diana mematikan ponselnya dan menggeletakkan kembali ke atas meja. Otaknya kembali memutar pikiran tentang Daffa. Ia berharap Daffa khawatir dengan keadaannya. Matanya menunjukkan kegelisahan. Sesekali ia melirik ke ponselnya. Semakin hari hubungan mereka semakin merenggang. Diana sangat paham dengan karakter Daffa, baik yang disukainya hingga yang tak disukainya. Bodohnya Diana selalu melakukan hal yang tak di sukai Daffa. Daffa sengat marah jika ada yang dikeluhkan Diana tetapi Diana hanya diam dan diam. Daffa tidak suka jika Diana buat tweet yang aneh. 
Di awal Desember hubungan mereka sudah sangat menjauh satu sama lain. Keharmonisan yang dulu sudah jarang datang di setiap harinya. Meskipun Diana merindukan keharmonisan itu namun tetap saja Diana memenangkan egonya. Dan Daffa pun tak kala ego dengan Diana. Disadarinya sebentar lagi Daffa akan lanjut kuliah. Pikiran negatif melayang di otaknya jika membayangkan sesuatu yang akan terjadi setelah Daffa kuliah.

***

Pertengahan desember. Classmeet di sekolah. Apel pagi. Diana baris dibelakang. Dengan santai Diana mengeluarkan ponselnya dari dalam kantongnya. Ada bbm Daffa yang masuk. Diana terkejut dengan isinya. Dibacanya dengan pelan-pelan. Repleknya ia langsung mengeluarkan air mata. Karna semalam Diana buat tweet tentang mantannya, Daffa merasa diana hanya memainkan dirinya. Dengan mudahnya Daffa bilang putus dengan Diana setelah mengirim bbm panjang lebar. Padahal Diana buat tweet itu hanya ngetes Daffa, sekaligus melampiaskan kekesalan yang terpendam dihatinya. Tak pernah terlintas dibenaknya bahwa dengan semudah itu Daffa bilang putus.
Setelah Diana memberi penjelasan yang ada dihatinya, Daffa bilang di bbm " Sejujurnya baru kali ini aku pacaran merasakan sayang yang sangat sayang ke kamu. Dengan pacarku sebelumnya aku tak pernah merasakan sayang seperti ini. Tapikamu malah mengecewakan aku. Dengan semudah itu kamu mengumbar tentang mantanmu. Dan sejujurnya aku tak menginginkan putus"
Isi bbm itu seolah memberi harapan lagi untuk Diana. Tak henti dia terus menjelaskan yang sesunggughnya. Dan Daffa pun akhirnya percaya dan memberikan kesempatan lagi untuk Diana.

***

Anniversarry ke-4. Dihari sebelumnya Diana dan Daffa lost contact. Di hari sebelumnya Diana berdebat dengan Daffa, namun akhirnya baikan. Suka dan duka terasa. Hari anniv itu hari yang ditunggu oleh Diana, walaupun Daffa tak pernah satu kali pun memberi suprize namun Diana tetap senang dengan ucapan anniv dari Daffa.

***

Diawal January. Bella mantan Daffa kembali datang mengganggu ketenangan Daffa dan Diana. Di alamat blog Bella, ia ngepost lagu avril lavigne - girlfriend. Dengan kata pengantarnya Bella menyatakan bahwa ia tak suka dengan pacar Daffa. Terus di twitternya pun kembali mengungkit-ngunkit Diana lagi. Kembali emosi membara di hati Diana. Ia lucu dengan tingkah Bella. Di twitter Diana sengaja di block oleh Bella, di facebook pun Diana di block. Dan ketika Bella tau Diana sering membuka blognya, alamat blognya pun langsung di hapus dari tampilan profil twitternya. Ada salah satu tweet Bella yang sangat lucu bagi Diana "Ihhhh ga bagus deh dia itu suka kepo, ga ada malu"
 "Hhahahahahahahahhahahahahaha" ngakak Diana sekencang kencangnya."Aduh Bella, harusnya kamu itu sadar deh. Yang harus lebih malu itu kamu. Kamu bilang aku kepo, kamu ga akan tau aku kepo kamu kalo kamu ga kepo aku. Hahaha lucu banget, dasar pecundang bisanya mengumbar kesalahan sendiri" Omelan Diana
Setelah itu lagi dan lagi Daffa dan Diana bertengkar karna Bella. Tapi masalah itu tak lama dan akhirnya mereka baikan lagi dan akur lagi.



Minggu, 26 Februari 2012

An Unwanted Love - Cerpen

Ah... Cuma Mimpi

Awal pagi hari ini ditegur dengan cerita Ibu ku. Dengan malas melangkahkan kaki menuju dapur. Dengan mata sayup melihat samar-samar Ibuku yang telah sarapan duduk manis di meja makan. 
"Diana, mama semalem mimpi sesuatu"
"Mimpi apaan ma?" tanya Diana dengan muka heran
"Siang-siang mama duduk sendirian di ruang tamu terus pintunya mama buka lebar. Ketika itu ada seorang laki-laki datang langsung masuk dan sujud di kaki mama. Setelah itu laki-laki itu memperkenalkan dirinya dan yang menakjubkan laki-laki itu manggil mama juga dengan sebutan mama. "ma, aku Daffa pacar Diana. tujuan ku datang kesini aku ingin melamar Diana. Sekarang aku sudah bekerja, dan aku janji aku akan menyayangi Diana seperti adik ku sendiri. Aku janji aku bakal menjaga Diana." lalu mama jawab "Itu semua terserah sama Diana kalau Diana mau ya silahkan tapi sekarang Diana masih kuliah"
"Lalu apalagi ma?"
 "Setelah itu mimpinya hilang dan mama terbangun"
"Terus waktu mama bangun, mama liat jam itu jam berapa?"
"Jam 12 malem"
"Kok bisa mama mimpiin Daffa? mama mikirin Daffa ya?"
"Ya engga la, mikirin kamu aja engga apalagi mikirin Daffa"
"Aneh, kalo ga mikirin kenapa dia masuk ke mimpi mama. Sedangkan aku ga pernah mimpiin dia."
"Sudahlah, sekarang kamu cepat-cepat siap-siap ke sekolah tak usah dipikirkan"

Cerita Ibunya membuat berputar-putar di otaknya. Seribu tanya dan senang bahagia bercampur jadi satu di hari itu. 

***

 






Jumat, 24 Februari 2012

An Unwanted Love - Cerpen

Ups...

Hari demi hari telah berlalu. Kini hubungan telah berusia 3 bulan. Sedih duka senang bahagia pertengkaran sering terjadi. Daffa punya sifat cuek yang teramat-amat. Tapi jika sifat cuek itu hilang, kadang Daffa bisa membuat Diana terbang melayang seakan-akan hubungan itu bisa bertahan selamanya.
Di wajahnya yang cantik itu tergores kekesalan yang mendalam. Namun wajah cantik itu seketika bisa berubah kecut seperti jeruk purut ketika juteknya kambuh karena menghadapi sifat cuek khas Daffa. Daffa yang punya seribu kesibukan membuat wajah Diana makin surut dengan kekesalan. Diana menginginkan Daffa memberi 1 hari penuh khusus untuknya, ntah kapan hari itu akan tiba. Diana mengharapkan semuanya akan indah pada waktunya. Kalimat yang penuh makna itu terus menerus menghampiri otak Diana, yang sampai sekarang kalimat itu belum mengunjungi kehidupannya kini. Diana tidak pernah mengatakan keluhan hatinya, karena Diana takut. Diana sadar dirinya lebih muda 3 tahun dari Daffa karna itu la yang membuat Diana enggan untuk mengatakan semuanya. Jika punya keluhan Diana hanya diam dan diam, menggerutu dalam hati. Berulang kali Daffa mengatakan dia tidak suka di diamkan, tidak dihubungi. Namun berulang kali pula Diana melakukan hal yang tidak di sukai oleh Daffa.

***

Matahari pagi tersenyum sangat ramah. Pagi yang cerah. Dengan superkilat ia bersiap untuk melakukan kegiatan rutinitasnya. Hari ini dengan penuh ia melangkahkan kakinya untuk bergegas ke sekolah. Ntah karna apa semangat itu ada.
Jantung Diana bergemuruh lebih kencang saat menyadari langkah kaki seseorang berjalan mendekatinya. Wajah Diana memerah, dadanya berdebar kencang saat dia mendongakkan kepala dan melihat Daffa sudah ada di hadapannya. Matanya terus menatap ke arah Daffa. Meski Daffa telah menyakiti hatinya, namun saat ini Diana menjadi salah tingkah.
"Sombong"
"Mmmm, hehe"
"Susahnya senyum sama pacar sendiri"
"Sorry" jawab Diana polos

***

Siang ini terasa sangat panas. Matahari menyentak-nyentak perut bumi. Bel ishoma pun sudah berdentang. Diana dan teman-temannya melangkahkan kaki menuju mushola untuk melakukan kewajiban agamanya.
Seketika terlihat segerombolan teman-teman Daffa beserta Daffa. Ntah sengaja atau memang fakta, teman-teman Daffa meneriakkan tentang hubungannya.
"Daf...katanya elo mau putus ya" ucap Tomi kencang
"Iyanih,kapan lagi sekarang aja langsung putusin" sambung Adit
"Daf, elo kan punya gebetan baru, ngapain masih mau bertahan sama dia" Sahut Rayn
"hahahahahahahahahahahahahaha" mereka tertawa dengan keras
Daffa hanya tertunduk. Ntah apa makna tundukan itu. Diana hanya bisa menghela kesal dalam hati.
Sepulang sekolah Diana enggan balas bbm ataupun sms dari Daffa. 

Kring...kring,,,,kring....kring.....kring................................!!!

Seketika hape yang tergeletak diatas meja berbunyi. Bunyi itu membuyarkan lamunan Diana. 
Kring........................kring.....................kring............kring!!
Setelah dilihatnya ternyata itu telpon dari Daffa. Hape yang sudah berada di tangganya pun langsung digeletakkan lagi diatas meja.
Kringgg.................kring............kring................kring.......kringgggggggg!!
1 2 3 4 5 telpon belum satu pun di angkat oleh Diana. Akhirnya luluh hati Diana.

"Halo"
"Heh kenapa?"
"Kamu kenapa? Kamu marah sama aku gara-gara ucapan temen aku tadi ya?"
"Heeh"
"Maaf, tapi aku ga gitu Sumpah aku ga bohong"
"Yaudah"
"Sumpah demi Allah aku ga bohong. Kamu tau kan temen-temen aku emang suka ngomong yang ngawur. Itu tadi cuma sekedar main-main. Mereka cuma asal ngomong aja"
"Yaudah kalo kamu emang fakta mau putus, langsung bilang aja sekarang ga usah di tutupi. Aku juga sadar aku ga bisa jadi apa yang kamu mau"
"Percaya deh sama aku, aku ga gitu"
"Tapi itu pernah ada kan di pikiran kamu"
"Ga pernah, sumpah demi Allah. Ayo percaya sama aku, maaf semaaf maafnya sama omongan temen aku tadi"
"Udahlah lupakan, aku males"
"Ayolah percaya sama aku, aku ga bohong"
"Udah dulu ya, sekarang aku mau les"
 tttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt. Terputus.

Akhirnya lama kelamaan hati Diana luluh. Akhirnya Diana bisa memaafkan Daffa.
 







Rabu, 22 Februari 2012

An Unwanted Love - cerpen

Really Hate You

Matahari pagi tersenyum sangat ramah, pagi yang cerah. Dengan malas Diana meregangkan badannya di atas tempat tidur lalu melonjak seketika saat melihat jam weker di meja belajarnya. Dengan buru-buru dan superkilat Diana meraih tas sekolahnya. Kemudian Diana menuruni anak tangga dengan tergesa seraya menyisir rambut dengan jari.
Sesampai di sekolah, Diana membuka jejaring sosialnya yaitu Hello. Dan menemukan hello Bella. Setelah terbuka di profil hello bella terdapat banyak sekali ping yang isinya untuk Daffa Bella menyatakan bahwa dia masih mencintai Daffa. Dan yang membuat Diana teramat kesal, ada ping yang isinya ngejudge Diana.

Diana merasa diremehkan. Padahal ia baru mengenal Bella. Sedangkan Bella juga baru mengenal Diana dan Bella tidak mengenal karakter Diana yang sesungguhnya. Begitu mudahnya Bella ngejudge Diana hanya karna Diana menjadi pacar Daffa, padahal Diana dekat dengan Dimas setelah hubungannya sudah berakhir 1 bulan. Tetapi Bella tetap menyatakan seakan-akan Diana jahat.

Karena adanya Bella yang terus menerus menghantui hubungan antara Daffa dan Diana, mereka sering kali bertengkar hanya karna hal sepeleh karna ulah Bella. Diana sadar, Bella adalah perempuan yang pernah mengisi hari-hari Daffa. Bahkan teramat indah kenangan mereka dulu ketika masih saling mencintai. Maka dari itu Diana tau jika ia membicarakan hal ini, Dimas tak akan sepenuhnya membela dia. Dan memang sebetulnya itu bukan karakter Diana yang suka mengadu jika punya masalah. Sebisa mungkin ia menyelesaikan masalah sendiri tanpa mengadu.

Makin hari Bella terus menerus ngejugde dan membeberkan semuanya, tanpa ia sadari yang ia beberkan adalah aib dirinya sendiri. Bella memutar balikan fakta seakan-akan Diana itu orang yang tidak bisa menghormati orang yang lebih tua. Padahal yang memulai ngejudge itu dirinya sendiri. Sampai-sampai di salah satu jejaring sosial Bella ngejudge dengan membawa nama Ayah Diana yang profesinya sebagai guru agama. Hanya karna seorang Daffa, Bella bisa begitu bencinya dengan Diana tanpa kesalahan yang pasti.

An Unwanted Love - cerpen

Jangan-jangan....


Kabar tentang seorang yang dulu pernah di dengar tapi tidak terlalu di perdulikan karena alasan tak kenal. Baru di sadarinya, ternyata perempuan yang pernah di bicarakan di bbm waktu itu oleh Daffa ternyata tak jauh dari bayangannya. Saat itu hubungan mereka masih berusia 5 hari. Secara tak sengaja Diana memeriksa Facebook Daffa. Di chat Daffa yang privaci Diana melihat sebuah chat Daffa dengan temannya yang berisikan bahwa Bella masih sangat sayang dengan Daffa, dan saat itu Daffa bingung antara memilih Diana dan Bella. Di satu sisi Daffa tidak menginginkan Diana kecewa karena semuanya telah telanjur, di sisi lain Daffa tidak ingin melihat Bella terus menerus galau karena dia dan timbul rasa simpati yang tidak enak dari Daffa. Namun kata-kata yang paling menyakitkan ketika Diana membaca chat itu, karena kebimbangan Daffa saat itu, Daffa punya pikiran untuk menjadikan Nanda jadi pacarnya walaupun pada kalimat terakhir Daffa menyatakan dia lebih memilih Diana.

"Kalau dia masih mengingikan mantannya kenapa dia masih mendekatiku? Kenapa dia ga langsung balikan padahal di antara mereka masih punya rasa cinta? Atau lebih memilih perempuan yang lebih dahulu di dekatinya setelah putus dari Bella? Awalnya gue ga pernah mikir untuk menjadi miliknya, dia yang datang meminta cinta saat aku sedang sendiri. Dia datang di kehidupan ku toh bukan atas kemauan ku. Tahu-tahu ketika itu dia meminta dengan Aussielia untuk bisa dekat dengan ku. Lengkap dengan berbagai harapan dengan ku." Sejenak datang menghampiri otak Diana

Perubahan Diana sangat mengundang tanya buat Daffa. Awalnya Diana enggan untuk membicarakan apa yang terjadi namun Daffa terus memaksa.

"Dasar playboy!" umpatnya kesal, menghapus air matanya yang mulai mengalir deras.
"Kamu kenapa, Din?" tanya Aussielia heran. Melihat wajah Diana yang seperti tisu kusut.
"Aku enggak apa-apa, Lia" ucap Diana parau. Dia berusaha menutupi kekecewaan hatinya.
"Ada masalah dengan Daffa,ya?" tanya Aussielia hati-hati. Diana menggangguk pelan.
"Sudahlah, Din. Enggak usah cemberut begitu. Cerita sama aku!"
"Aku lihat chat facebook Dimas dengan temannya. Inti chat itu dia bimbang antara milih aku Bella dan Nanda. Di akhir chat dia emang bilang milih aku tapi kan tetep aja dia pernah mikirin cewek lain"
"Sudahlah, enggak usah bersedih" hibur Aussielia lagi.
"Mmmmmm.. Nantilah aku pikirkan lagi lanjut atau cukup sampe disini" kata Diana mantap.
"Kau tenang aja, Din. Aku pasti ada untuk kamu kapan pun kamu butuh" Ucap Aussielia dengan penuh kepastian.
"He'em"

Kreek!

Pertengkaran terjadi namun tidak membuahkan perpisahan. Tak henti Daffa menjelaskan semuanya kepada Diana. 

Daffa:
Aku ga gitu. Kamu cuma salah paham dekdin. emg wkt itu aku galau, tp bkn brrti kegalauan itu ingin balikan.
Diana:
Cukup kak. Aku udh baca, smua udh jls. Cukup tau dan cukup kecewa!
Daffa:
Dekdin prcy sm aku, kamu baca kn di chat itu aku lbh milih kmu. Aku sayang kamu plis prcy sm aku.
Diana:
Kalo kak dimas msh suka sm dia yaudh balikan aja aku gpp kok, putusin aja aku skrng :-)
Daffa:
Ga ada yg mau balikan, aku sayang kamu jd aku ga mau mutusin km. Ayolah maafin aku.
Diana:
Dasar playboy! galau karna 3 cewek
Daffa:
Maafin aku
Diana:
Aku emg lbh kecil dr kak dimas tp bkn brrti kak dimas bs seenakny bohongi aku.
Daffa:
Aku ga bhngi km dekdin, jujur wkt itu aku emg lg bingung tp faktany skrng aku milih km kn. Yaudh maaf ya maaf bgt.
Diana:
Yakin? knp ga blg pts aj?
Daffa:
Aku ga mau pts, aku sayang sm km
Diana:
Yakin?
Daffa:
Yakin seyakin yakinny. Plis kasi aku kesempatan, aku pasti buktiin kalo aku ga mainin km
Diana:
Oke!








Selasa, 21 Februari 2012

An Unwanted Love - Cerpen

Ini cerita cuma sekedar cerita biasa. Ga tau beneran atau engga. Ini cerita di rangkai pake kata2 apa adanya karna gue bukan penulis sesuai dengan imajinasi yang ada di otak gue :p Gue sangat suka menulis, tapi gue tidak menyukai norma-norma dalam menulis karena gue bukan penulis. Gue ga suka dengan peraturan yang bisa memenjarakan gue untuk mengungkapkan imajinasi gue. Boleh di bilang ini cerita bener2 terjadi di hidup gue boleh juga engga karna ga penting terjadi atau ga terjadi hehe. Buat yang baca jangan bacot jangan sok kritik, karna ini cerita cuma karangan dan ini blog gue jadi hak gue mau ngepost apa aja yang gue suka :-)

New love
18 agustus 2011

Pagi yang cerah. Palembang.
Di sebuah rumah. Seorang wanita berumur 14 tahun, bernama Diana. Berbadan kurus dan berkulit putih bangkit dari tempat tidurnya. Menguap lebar sambil bergegas untuk melakukan aktivitas.  Kemudian ia menuju dapur. Melangkahkan kakinya dengan berat. Menyeret kelelahan pagi yang dianggap suatu perjuangan hidup. Ia mengambil cangkir putih lalu memasukkan sedikit demi sedikit air putih. Dan mengambil piring untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan saat itu. Setelah itu ia berjalan pelan menuju kamar mandi. Dan bergegas cepat-cepat untuk bersiap-siap melakukan aktivitas sehari-hari yang sangat mengikat kehidupannya untuk di masa depan.
Saat itu siswa/i yang sekolah di SMA itu sedang menghadapi Ulangan Harian Bersama. Mau tidak mau semua siswa harus melewati itu. 

*** 

Di sekolah, lagi-lagi Diana merengut. Suasana hatinya sedang kacau, apalagi hari ini ada ulangan. Matematika. Hitung menghitung bukanlah hobinya. Dan parahnya Diana duduk di depan tepat meja guru. Itulah yang membuatnya badmood. Diana lebih menyukai bidang seni walaupun papanya tidak terlalu mendukung.
"Diana!!" pekik Aussielia sambil mencubit lengan Diana kuat. Kontan Diana teriak kesakitan. Teriakan itu mengundang teman lainnya menoleh ke arah mereka.
"Ada apaan sih, sampe segitunya?!" bentak Diana sewot. "Sakit nih..!"
"Makanya jangan bengong aja. Baca tuh buku, biar bisa jawab soal" "Ohiya, gue mau cerita tentang something nih. Kemarin kak Wili bbm gue, katanya ada yang minta nomor hape lo. terus ya ga langsung gue kasih gitu aja, gue tanya2 dulu sama kak Wili" kata Aussielia berusaha berbicara sepelan mungkin. 
"Iya, udah gue baca kok. Gue sadar diri lah, gue kan duduk di depan." membuat temen yang lain tertawa lebar.
"Wuahahaha"
"Kak Wili??????" tanya heran dari Diana.
"Kak  Wili kan udah punya pacar" sahut Melani
"Emang, makanya gue ga cuma2 langsung kasih nomor hapeny diana. Gue udah tanya sama kak Wili, katanya sih bukan buat dia tapi buat temennya. Katanya dia cuma ngebantu temennya aja." jelas Aussielia.
"Oh gitu, emangnya siapa yang minta bantu?" tanya Diana
"Lo kenal kan sama kak Daffa? nah kak Daffa itu naksir sama lo din" jawab Aussielia. 
"Hah?!!! iya kenal,tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii" 
"Huh, sialan! jawaban elo ga logis banget din" dengus Aussielia. 

***

Keesokan harinya Diana dan shella main kerumah Aussielia. Disana mereka berbincang-bincang tentang semua hal.
 Drrrrrrrrtttttttttttttt.........drrrrrrrrrrtttttttttt......
Ponsel Aussielia berdering beberapa kali. Dengan sigap ia mengangkatnya. Dari seseorang. Ternyata ada bbm masuk dari Daffa yang sedang dibicarakan oleh mereka.
"Ehhh,panjang umur deh. Kak Daffa bbm gue, dan nanyain elo din. Dia minta nomor hape loh. Gimana mau di kasi ga nih?" ucapnya Aussielia sambil senyum ke arah Diana.
"Yaudah kasi aja" jawab Diana dengan nada datar.
"Asik nih bentar lagi temen gue punya gebetan" sahut Shella
"Ah sialan lo, lebay banget ya sampe-sampe gue dibilangin gitu" 
"Wuahahahahahahahahahahaha" Aussielia tertawa lebar
"Tertawanya kurang keras Aussielia!"
"Oke lain kali aku pake toa biar semua dengar" ketusnya
"Sialan!"

Beberapa menit kemudian, masuk sms Daffa ke Diana. Sms biasa2 namun penuh makna yang biasa. 
Pesan itu berkelanjutan di esok harinya, hingga hape Diana hilang di bus. Dengan rasa yang teramat kesal namun hanya dipendamnya karena ia tau itu salahnya sendiri yang tidak bisa menjaga barangnya. 
"Gimana gue pulang ya, jelas pasti gue kena marah. Terus yang lebih parahnya gimana gue mau smsan sama kak Daffa. Padahal baru aja deket udah dapet penghalang deh" Ucap Diana 
"Yaudah lo jujur aja sama ortu lo, terima apa adanya aja la. Mau di gimanain lagi hape lo kan udah hilang, terus busnya udah jauh ga bisa di kejer. Sabar aja la" sahut Shella
"Nih pake aja hape gue buat bbm kak Daffa" Aussielia sambil menyodorkan hapenya

Saat itu lah Diana menceritakan apa yang dialami ke Daffa. 

***

Sepulang dari rumah Aussielia, Diana masih bete. Ia tidak mau cepat-cepat pulang ke rumah. Keadaan di rumah pasti sama saja, membosankan. Ia membayangkan suara besar mamanya yang sewot saat tau bahwa hapenya hilang. 
Hal yang dibayangkan oleh Diana, benar2 terjadi. Untung saja ocehan mamanya tidak terlalu parah. Diana hanya bisa ngedumel dalem hati. Dan meminta hape baru. Dan keinginan itu dikabulkan oleh papanya.

Iiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiigggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhh.....

***

Now, 22 agustus 2011.
Hari yang ditunggu-tunggu. Ulangan 2 hari terakhir dan bisa berkomunikasi lagi dengan seseorang. Sekitar pukul 7 malam masuk pesan dari Daffa. Daffa main futsal, pulang pukul 10 malam dan meminta Diana untuk menunggunya karena ada sesuatu.
Akhirnya pukul 10 malam tiba. Namun masih meninggalkan hawa tanya yang besar walaupun Diana telah mengetahui. Masuk bbm dari Daffa. Diana menghela dengan lega.

Daffa:
Dekdin, aku udah dirumah sekarang. Dekdin blm tidur kn?

Diana:
Bgs deh kak, blm.

Daffa:
Yaudah deh. Langsung aja ya, kamu mau ga jadi pacar aku? aku sayang kamu. Aku harap kamu juga sayang aku.

Diana:
Serius? cuma main2 atau gimana nih sama aku?

Daffa:
Serius la, aku ga mainin kamu ini jujur dari hati aku.

Diana:
Oke, tapi kalo kita putus aku ga mau kita jadi musuh.

Daffa:
Jadi diterima nih? :D Aku juga ga mau la kalo putus jadi musuh. Jangan sampe kejadianny kayak mantan aku x_x

Diana:
Iya :-) Mantan? Kenapa mantannya?

Daffa:
Mksh ya :-) ya gitu deh, setelah putus dia gimana gitu sama aku.

Diana:
Gmn gt gmn? siapa orgny?

Daffa:
Nmany Bella. Kenal ga?

Diana:
Engga :D trus gmn crtny?

Daffa:
Intiny setelah putus hubungan kami agak kurang baik.

Diana:
Oh gitu. Yaudh aku tdur dluan ya kak. By :-)

Daffa:
By syanggggg, gnite love you :*










Aku gelisah, terkurung dalam bingkai hatimu...

Ternyata dia adalah seseorang yang hadir dalam hidupku 6 bulan lalu... Berawal dari tanggal 18agustus2011 ada kabar tentang cinta, dan berkelanjutan di esok hari hingga tanggal 21agustus2011 di chat facebook ada seorang laki-laki yang mengungkapkan bahwa dia sayang aku. Sejak itu aku mulai ada rasa. Di esok harinya, tanggal 22agustus2011  di chat bbm laki-laki itu bilang malem ini dia main futsal dan meminta aku untuk menunggunya pulang main futsal sekitar pukul 10 malam wib, karna ada sesuatu penting yang akan diungkapkannya. Tiba pukul 10 malam wib, saat itu pula dia meminta aku untuk jadi pacarnya!!!!!!! betapa senang yang tak terhingga saat itu yang aku rasakan. Yappppp!!!! tanggal 22agustus2011pukul 10 malam wib itu adalah tanggal spesial untuk kami berdua alias hari jadian hehe. 25januari2012 itu adalah tanggal berakhirnya hubungan ini. Tanggal tak pernah ku duga, tak ada di pikiran ku. Walaupun sebelum itu memang telah terjadi berakhirnya tapi masih berlanjut hingga hal itu terjadi 2kali.

Pertemuan yang sangat singkat namun melukiskan sesuatu yang sangat indah di kanvas hatiku. Kini ia telah pergi menghilang dari hidupku. Dia yang pernah memberi cinta setia untuk ku dan selalu menjagaku setiap waktu, namun aku terlambat menyadarinya hingga semua harus berakhir menjadi sebuah cerita cinta yang penuh dengan air mata dan kegelisahan. Ku akui memang semua kesalahan ku, tapi tidak semuanya.
Bisakah aku memutar waktu untuk memperbaiki semuanya?