Hachiko: A Dog's Story adalah film drama Amerika Serikat produksi tahun 2009 yang ceritanya diambil dari kisah nyata anjing jenis Akita Inubernama Hachikō. Film ini merupakan pembuatan ulang dari film Jepang Hachikō Monogatari produksi tahun 1987. Lasse Hallström bertindak sebagai sutradara untuk film yang dibintangi Richard Gere, Joan Allen, dan Sarah Roemer.
Di Amerika Serikat, pemutaran perdana film ini dilakukan di Festival Film Internasional Seattle,
13 Juni 2009. Pemutaran perdana di luar Amerika Serikat dilakukan di
Jepang pada 8 Agustus 2009. Peredaran di bioskop-bioskop Amerika Serikat
tidak jadi dilakukan. Film ini langsung dirilis sebagai DVD oleh Sony Pictures Entertainment pada
9 Maret 2010. Sejak pertengahan 2009 hingga 2010, film ini telah
dirilis di lebih dari 20 negara dan teritori. Pemutaran di bioskop
Britania Raya dimulai pada 12 Maret 2010. Hingga April 2010, Box Office
Mojo memperhitungkan pendapatan kotor film ini telah mencapai lebih dari
AS$41 juta.
Film diangkat dari kisah nyata di Jepang. Di sebuah kelas, murid-murid
sedang menyajikan presentasi mengenai tokoh pahlawan mereka. Seorang
anak laki-laki bernama Ronnie menceritakan tentang anjing kakeknya yang
bernama Hachiko. Bertahun-tahun yang lampau, seekor anak anjingAkita tiba di Amerika dari Jepang . Di stasiun, anak anjing itu terlepas setelah kandangnya terjatuh dari gerbong barang, dan ditemukan oleh seorang dosen bernama Parker Wilson (Richard Gere).
Parker langsung menyukai anak anjing itu. Setelah Carl penjaga stasiun
menolak untuk mengurusnya, Parker membawanya pulang ke rumah. Di rumah,
istri Parker yang bernama Cate (Joan Allen) keberatan suaminya memelihara anak anjing.
Hari berikutnya, Parker berharap pemilik anjing itu telah menghubungi
stasiun kereta api, namun ternyata pemiliknya yang sebenarnya tidak
muncul. Parker secara diam-diam mengajak anak anjing itu naik kereta api
ke kantor. Di kantor, Parker diberi tahu oleh seorang rekan yang orang
Jepang bernama Ken, bahwa tanda di kalung anak anjing itu dibaca
sebagai Hachiko, dalam bahasa Jepang, Hachiko berarti nasib baik.
Parker lalu memberi nama anak anjing itu, Hachi. Menurut Ken, Parker
dan Hachi sudah ditakdirkan untuk saling bertemu. Cate menerima telepon
dari seseorang yang ingin memungut Hachi. Namun Cate membiarkan suaminya
memelihara Hachi setelah melihat suaminya makin dekat dengan anak
anjing itu.
Waktu berlalu, dan Hachi telah menjadi anjing setia Parker. Meskipun
demikian, Parker heran Hachi menolak untuk melakukan kebiasaan normal
seekor anjing seperti mengejar dan memungut bola. Ken memberi tahu bahwa
Hachi hanya akan mau mengambil bola untuk alasan yang istimewa. Suatu
pagi, ketika Parker berangkat kerja, Hachi menyelinap ke luar, dan
mengikutinya hingga sampai di stasiun kereta api. Hachi menolak ketika
disuruh pulang hingga Parker harus mengantarkannya pulang ke rumah. Sore
itu, Hachi kembali pergi ke stasiun, dan menunggu hingga kereta api
yang dinaiki tuannya datang. Parker akhirnya menyerah, dan membiarkan
Hachi mengantarnya ke stasiun setiap hari. Setelah kereta api tuannya
berangkat, Hachi pulang sendiri ke rumah, tapi ketika hari sudah sore,
ia kembali lagi ke stasiun untuk menjemput. Kebiasaan Hachi mengantar
dan menjemput Parker berlangsung beberapa lama. Namun pada suatu siang,
Hachi menolak mengantar Parker yang ingin berangkat mengajar. Parker
akhirnya berangkat sendirian, tapi Hachi mengejarnya sambil membawa
bola. Parker terkejut, tapi senang Hachi akhirnya mau diajak bermain
bola. Parker tidak ingin terlambat mengajar, dan pergi juga walaupun
dilarang Hachi yang terus menggonggong. Siang itu, Parker yang mengajar
sambil memegang bola milik Hachi, terjatuh tak sadarkan diri, dan
meninggal dunia.
Di stasiun, Hachi dengan sabar menunggu kedatangan kereta api yang
biasanya dinaiki tuannya ketika pulang, namun tuannya tidak juga pulang.
Dia menunggu, dan menunggu hingga Michael, menantu Parker
membawanya pulang. Keesokan harinya, Hachi kembali ke pergi ke stasiun
dan menunggu tuannya. Ia menunggu sepanjang hari dan sepanjang malam.
Setelah suaminya meninggal, Cate menjual rumah mereka, dan memberikan
Hachi untuk dipelihara oleh anak perempuan Cate yang bernama Andy. Hachi
pindah ke rumah Andy yang tinggal bersama suami bernama Michael.
Keduanya memiliki bayi bernama Ronnie. Hachi tak lama kemudian lari
untuk pulang ke rumah tempat tinggalnya dulu. Ia lalu kembali menunggu
tuannya yang tidak kunjung pulang di stasiun. Hachi selalu duduk
menunggu di tempat ia biasa menunggu. Penjual makanan di stasiun bernama
Jas merasa kasihan, dan memberinya makan hot dog.
Andy mencari-cari Hachi, dan menemukannya di stasiun. Hachi diajak
pulang, namun keesokan harinya dibiarkan untuk kembali pergi ke stasiun.
Hachi mulai tidur di gerbong kereta yang rusak. Ia berjaga menunggu
tuannya sewaktu siang, dan hidup dari makanan dan air yang diberikan
oleh Jas dan seorang tukang daging. Pada satu hari,wartawan surat
kabar bernama Teddy ingin tahu soal asal usul Hachi. Ia bertanya apakah
dirinya dibolehkan menulis cerita tentang anjing itu. Setelah membaca
artikel di surat kabar, orang-orang mulai mengirimi Carl uang, dengan
pesan agar uang tersebut dibelikan makanan untuk Hachi. Ken sahabat
Parker membaca artikel yang ditulis Carl, dan menyatakan kesediaan untuk
membayari biaya hidup Hachi. Walaupun Parker sudah setahun meninggal
dunia, Ken menyadari Hachi masih ingin dan merasa harus menunggu
kepulangan tuannya, serta berharap tuannya masih hidup.
Tahun demi tahun berlalu, dan Hachi masih tetap menunggu di stasiun.
Ketika mengunjungi makam Parker, Cate bertemu dengan Ken, dan mengaku
dirinya masih merasa kehilangan suaminya yang sudah meninggal sepuluh
tahun lalu. Cate lalu pergi ke stasiun tempat Hachi menunggu. Ia
terkejut melihat Hachi yang sudah tua, kotor, dan lemah, namun terus
setia menunggu tuannya. Ketika kembali ke rumah, Cate bercerita soal
Hachi kepada Ronnie yang sudah berusia 10 tahun. Malam itu, Hachi
menunggu di tempatnya biasa menunggu, tempatnya berbaring dan jatuh
terlelap, bermimpi bertemu Parker.
Selesai sudah laporan Ronnie tentang Hachi kepada teman-temannya
sekelas. Kesetiaan Hachi menunggu Parker, kakek Ronnie, menjadikan Hachi
sebagai pahlawan selama-lamanya di mata Ronnie. Sore itu, Ronnie
berjalan-jalan bersama seekor anak anjing Akita di tempat kakeknya
pernah berjalan-jalan bersama Hachi.
Anjing Hachiko yang sebenarnya, lahir di Odate, Prefektur Akita, Jepang pada tahun 1923. Setelah pemiliknya yang bernama Dr. Eisaburo Ueno, seorang dosen di Universitas Tokyo meninggal
dunia pada bulan Mei 1925, keesokan harinya Hachi kembali menunggu
kepulangan tuannya di Stasiun Shibuya. Ia terus menunggu, dan menunggu
hingga sembilan tahun berikutnya. Hachiko akhirnya mati pada bulan Maret
1935. Patung Hachiko dari perunggu, kini dapat dijumpai di tempatnya
biasa menunggu, di luar Stasiun Shibuya, Tokyo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar